Teknologi Pendidikan

Posted by on Nov 12, 2011 in Materi Kuliah | 0 comments

Peran Teknologi Pendidikan

Peranan pendidikan selama ini perlu dibenahi dengan landasan kebijakan strategi, merumuskan dan melaksanakan strategi pendidikan baru atau mereformasi sistem pendidikan dan mendayagunakan peran teknologi pendidikan (Miarso, 1988).

Teknologi pendidikan merupakan suatu proses yang kompleks dan terpadu melibatkan orang, prosudur, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia (AECT, 1977).

Ada 4 (empat) masalah pokok dalam pendidikan saat ini yakni:

  1. Pemerataan kesempatan belajar,
  2. Peningkatan mutu,
  3. Peningkatan efesiensi,
  4. Keterkaitan antara pendidikan, kebutuhan masyarakat dan pembangunan.

Kemampuan Teknologi Pendidikan

Miarso (1988) mengemukakan bahwa teknologi pendidikan dapat didefenisikan kemampuannya dengan dua cara:

  1. Melakukan pengkajian empirik (berdasarkan pengalaman terutama yang diperoleh dari penemuan, percobaan dan pegamatan yang telah dilakukan)
  2. Melakukan analisis konseptual.

The National Task Force on Educational Technology (1986,16) melaporkan hasil pengkajiannya tentang kegunaan teknologi pendidikan:

  1. Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dasar yang efesien dari cara-cara konvensional;
  2. Mengajarkan konsep dan keterampilan penalaran pada peringkat tinggi yang sulit dikembangkan tanpa bantuan teknologi;
  3. Mengembangkan pemahaman tentang teknologi informasi serta kegunaanya bagi masyarakat dan dunia kerja;
  4. Memungkinkan guru untuk mengelola lingkungan belajar, dimana belajar dirancang untuk memenuhi kebutuhan dan kemampuan masing-masing siswa, serta kemampuan mereka untuk mencapai penguasaan yang dideskripsikan;
  5. Mengembangkan keterampilan dalam menggunakan komputer dan teknologi lain yang berkaitan.

Teknologi pendidikan memiliki beberapa potensi seperti yang dikemukakan oleh Sadiman (2000):

1.  Meningkatkan produktivitas pendidikan dengan jalan :

  • Mempercepat laju belajar;
  • Membantu guru untuk menggunakan waktunya secara lebih baik;
  • Mengurangi beban guru dalam menyejikan informasi, sehingga guru dapat lebih banyak membina dan mengembangkan kegairahan belajar anak. Dengan demikian guru akan lebih banyak berfungsi sebagai manager pembelajaran.

2.  Memberikan pendidikan yang sifatnya lebih individual dengan jalan:

  • Mengurangi kontrol guru yang kaku dan konvensional,
  • Memberikan kesempatan anak belajar secara maksimal,
  • Dapat melayani karakteristik individu yang berbeda-beda, karena adanya berbagai pilihan sumber belajar.
3.  Memberikan dasar yang ilmiah pada pengajaran dengan jalan:
  • Perencanaan program pengajaran yang lebih sistimatis;
  • Pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi penelitian tentang prilaku manusia.
4.  Lebih memantapkan pengajaran dengan jalan:
  • Meningkatkan kemampuan guru dengan berbagai media komunikasi,
  • Penyajian data informasi secara lebih kongkrit.
5.  Kemungkinan belajar secara seketika, karena dapat :
  • Mengurangi jurang pemisah antara pelajaran di dalam dan di luar sekolah,
  • Memberikan pengetahuan langsung apa yang ada di luar sekolah dapat dibawa masuk ke kelas.
6.  Memungkinkan penyajian pendidikan secara lebih luas, terutama dengan adanya media dengan jalan:
  • Pemanfaatan bersama secara lebih luas tenaga atau kejadian yang langka,
  • Penyajian informasi yang tembus batas geografi.

Penerapan strategi belajar mengajar yang menekankan pada keefektifan siswa dalam belajar, akan menyebabkan siswa dapat menggunakan seluruh kemampuan dasar yang dimilikinya untuk melakukan berbagai kegiatan belajar yang dipersyaratkan.

Berkaitan dengan itu, guru diharapkan dapat berfungsi:

  1. Motivator, yakni merangsang dan memotivasi agar siswa dapat melaksanakan kegiatan belajar yang dipersyaratkan.
  2. Fasilitator, yakni mengarahkan dan mengupayakan kemudahan-kemudahan bagi siswa dalam belajar dalam rangka mewujudkan tujuan pengajaran;
  3. Konselor, yakni senantiasa membimbing siswa dalam melaksanakan serangkaian kegiatan belajar yang dipersyaratkan, sehingga siswa sedini mungkin dapat terhindar dalam berbagai kesulitan-kesulitan yang mungkin ditemukan dalam proses belajarnya (A.Rohani dan A.Ahmadi, 1995).

Menurut Thomas C. Reeves, untuk kepentingan pembelajaran di sekolah, terdapat dua pendekatan pokok penggunaan teknologi, yaitu para siswa dapat belajar “dari” teknologi dan “dengan” teknologi.

Belajar “dari” teknologi dilakukan seperti pada penggunaan computer-based instruction (tutorial) atau integrated learning sistems.

Belajar “dengan” teknologi adalah penggunaan teknologi sebagai cognitive tools (alat bantu pembelajaran kognitif) dan penggunaan teknologi dalam lingkungan pembelajaran konstruktivis

Pendekatan pembelajaran “dari” teknologi

  1. Komputer sebagai tutor (computer based instruction) mempunyai efek positif setelah diukur dengan standar pencapaian hasil belajar, yaitu meningkatkan, memotivasi siswa untuk belajar, diterima luas oleh guru dari pada alat belajar lain, didukung luas oleh administrator, orang tua, politikus dan masyarakat pada umumnya.
  2. Siswa dapat menyelesaikan sasaran-sasaran tugas pembelajaran (educational objectives) dalam waktu yang lebih singkat dari pada dengan tidak menggunakan CBI.
  3. Intregrated learning sistems merupakan format efektif dari CBI, dapat memerankan peran lebih besar dan penting dimasa mendatang.

Pendekatan pembelajaran “dengan” teknologi

  1. Sebagai alat bantu belajar, cognitive tools akan memiliki efektivitas paling tinggi apabila ia digunakan pada lingkungan belajar konstruktivis.
  2. Cognitive tools lebih memberdayakan para pembelajar dalam merancang cara mereka sendiri dalam memahami ilmu pengetahuan, dari pada menyerap pengetahuan dari cara-cara yang sudah jadi (dirancang oleh orang lain).
  3. Cognitive tools  dapat digunakan untuk menunjang proses belajar bermakna (meanigful learning).
  4. Cognitive tools memiliki dua macam efek kognitif penting, yaitu efek dengan teknologi sebagai partner intelektual dan efek dari pemahaman kognitif setelah tools tersebut digunakan.
  5. Cognitive tools menciptakan daya tarik, belajar yang menantang.
  6. Sumber dari tugas-tugas atau masalah dalam pembelajaran dimana cognitive tools diaplikasikan, sebaiknya berasal dari siswa, dibimbing oleh guru atau lainnya.
  7. Idealnya, tugas-tugas atau masalah yang akan diaplikasikan dengan cognitive tools dikondisikan dalam konteks yang realistis dengan hasil-hasil yang bermakna bagi pembelajar.
  8. Menggunakan program-program konstruksi multimedia sebagai cognitive tools, akan mengintegrasikan banyak kecakapan bagi pembelajar, seperti kecakapan manajemen proyek, kecakapan riset, kecakapan organisasi dan representasi, kecakapan presentasi dan kecakapan refleksi.
  9. Dari riset mengenai efektivitas dari lingkungan belajar konstruktivis, seperti lingkungan belajar berbasis kelas dan virtual, diketahui bahwa pembelajaran kolaboratif menunjukkan hasil positif pada berbagai indikator.

Model Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran

Teknologi (ICT) berperan pada tiga fungsi:

  1. Memberikan kondisi belajar yang menyengkan dasn mengasyikkan (efek emosi)
  2. Membekali kecakapan menggunakan teknolgi tinggi. Ini menjawab tantangan relevansi dengan dunia di luar sekolah.
  3. Berfungsi sebagai learning tools dengan program-program aplikasi dan utilitas, yang selain mempermudah dan mempercepat pekerjaan, juga memperluas variasi dan teknik-teknik melakukan analisis, interpretasi, dsb.

Emosi positif, keterampilanmenggunakan teknologi dan kecakapan memanfaatkan program-program dan utilitas itu merupakan bekal dan “conditioning” yang positif bagi pengembangan kapasitas intelektual siswa melalui:

  1. Pengembangan kemampuan menciptakan, memanipulasi dan kapasitas belajar.
  2. Berlatih dengan tugas-tugas yang berbasis pemecahan masalah.
  3. Membangun lingkungan belajar konstruktivis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Wordpress Themes - Wordpress Video Themes - Wordpress Travel Themes - WordPress Restaurant Themes